Artikel
Sejarah Desa Kramat
Sejarah Desa Kramat selalu terkait dengan legenda terbentuknya suatu Pulau yang disebut Pulau Mengare, Mengare dari bahasa Jawa Mengara ( bahsa Indonesianya membidik, mengincar ) Awal mula cerita / legendanya adalah dikutip dari mulut kemulut orang tua/ tertua Desa Kramat.
Pada konon kala Ratu Solo/ Raja Solo memerintahkan utusan / pegawai kerajaan/ keraton untuk melamar putri cantik jelita ‘ WANTILAN “ yang sekarang sudah berubah Nama Desa SIDOREJO Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik, barat Desa Masangan.
Utusan Ratu Solo/ Raja Solo atau pengawal Ratu/Raja yang mengemban amanat melamar putri Wantilan, itu adalah bangsa jin yang kemanungsan, artinya ujud rupanya seekor naga / ular, dari Solo utusan tersebut tidak dibekali suatu kendaraan kereta atau kuda hanya bekal kebutuhan selama perjalanan dan berjalan kaki.
Singkat cerita dalam perjalan menuju Wantilan mengemban titah Ratu / Raja untuk melamar / mempersunting putri cantik Wantilan yang tinggal karang perdesan Wantilan putri tersebut tinggal, utusan tersebut kebablasan sampai ke timur jauh dari karang Perdesan Wantilan, hampir kepulau Madura.
Dari bekas perjalan / lulusan utasan Ratu / Raja solo yang berupa seekor naga / ular yang kemanungsan tersebut dari hari, bulan sampai ketahun yang mana bekas tersebut terlewati aliran air terus – menerus dan sifat air adalah mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang lebih rendah, dan jadilah sekarang Bengawan Solo yang mengalir dari Solo sampai ke Mengare ( Pulau Mengare ) Yang bermuara dikarang perdesan Kramat.
Utusan Ratu solo / Raja Solo yang mengemban titah Ratu / Raja merasa gagal / ketiwasan dalam mengemban titah ratu untuk melamar atau mempersunting puteri cantik jelita Wantilan, sehingga tidak mau kembali menghadap Ratu / Raja, takut mendapat murka Raja, dan memutusakan diam disuatu tempat atau bertapa dengan melingkarkan badannya bertahun – tahun, bahkan badan dan seluruh tubuhnya tertutupi tanah dan pasir dan tertumbuhi tunbuh – tumbuhan yang kini membentuk sebuah Pulau kecil yang disebut Mengare atau ‘ PULAU MENGARE “. Yang dikelilingi air asin / air laut. dan di dalam Pulau tersebut ada 3 ( tiga ) Desa yaitu : 1. Desa Watu Agung 2. Desa Tajung Widoro 3. Desa Kramat.
Lingkaran Naga / ular ( utusan Ratu / Raja solo) tersebut ekor dan mulut tepat pada titik di karang Perdesan Kramat, sedangkan bawah kepala dan perut, Desa Watu Agung dan Desa Tajung Widoro.
Tanah yang tepat pada Kepala dan ekor Naga / ular tersebut, angker, wingit dan Kramat, Itulah Sejarah / Babat atau Legenda Asal Usul Desa Kramat, kalau di ulas dari bahasa Arab kata Kramat dari kata Karomah atau seseorang yang diberi Allah SWT. Kelebihan Ilmu dari orang – orang lainnya, atau bisa dibilang wasis mandi ucape seperti wali –wali dulu. Kembali kecerita diatas ( Babat/Legenda Ular ) kemandian ular terletak pada bisa yang keluar dari upasnya ( mulut ) dan kesembuhannya terdapat pada ekornya.
Dari sumber cerita sesepuh / orang tua tertua Desa Kramat, bahwa embah embah buyut, cikal bakal penduduk Desa Kramat, yang sekarang dikaromahkan Pengucapannya/do’anya mandi, wasis dan dikabulkan oleh yang maha esa. Bahkan setelah meninggal masih memberikan maslachah bagi cucu – cucunya.
Demikian singkat cerita / sejarah, babat, legenda dan dongeng Desa “ KRAMAT “ dikutip dari nara sumber sesepuh cicit bunyut cikal bakal Desa Kramat, ditulis dan dibukuhkan oleh seketaris Desa Kramat, kurang lebihnya mohon ma’af yang sebesarnya dan semoga mendapat ijin mbah buyut, tulisan Sejarah asal Usul nama Desa Kramat dan Ridloh Allah Swt. Amin ya robbal alamin.

